.

Status YM

Tour de Pangandaran VII 16 Januari 2016

Agenda Nasional Tahunan B2W Tasikmalaya Event bersepeda Terbesar di Indonesia 2000 pesepeda lebih dari 100 KM dan Bike Camping.

Obyek Wisata Situ Gede Tasikmalaya

Situ Gede merupakan Obyek Wisata di Kota Tasikmalaya.

Gowes Tasikmalaya - Jogjakarta

Sepedaan bersama sahabat B2W Tasikmalaya menuju Jogjakarta ....

Marv n Ken Tamiya Racing Team

Team Tamiya Racing.....

Latsitardanus 2003

Foto Bersama Latsitardanus 2003 di Sulawesi Utara.

Senin, 31 Oktober 2011

Kue Cucur : The New Culinary Icon of Tasikmalaya Taste

Sabtu (29/10) dilaksanakan Bazar Kuliner dalam rangka HUT Rumah Sakit TMC yang ke - 1 bertempat di Lapangan Parkir RS TMC. Selian kegiatan Bazar ini, juga diadakan lomba Mewarnai dan menggambar bagi Anak-anak dengan berbagai Tingkatan.

Roemah Cucur yang menjajakan Produk Kuliner Khas Tasikmalaya dan sebagai The New Culinary Icon of Tasikmalaya Taste diserbu oleh para penggemar kulienr Tasikmalaya dan acara yang dimulai pada Pkl.11 00 WIB, hanya dalam waktu 1 jam saja semua Kue habis terjual.

Jumat, 28 Oktober 2011

Mengembalikan BureaucraZy menjadi BureaucraCy



Kata Birokrasi yang apabila kita dengungkan dalam sebuah obrolan warung kopi atau bahkan dalam obrolan tingkat tinggi selalu merupakan hal yang dipandang miring, negatif, penuh kecurangan dan lambat. Lebih parahnya lagi adalah kita semua menganggap bahwa Birokrasi dengan kondisi seperti itu adalah sesuatu yang LUMRAH. Kadang saat masa kuliah dahulu saya berfikir kalau kata Birokrasi ini selalu menjadi kata tumbal  yang secara teori memiliki pakem-pakem yang jelas dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik namun pada kenyataanya berbanding terbalik.

Mutasi itu biasa..!!

Lucu..setiap ada mutasi dalam struktur birokrasi, selalu di dengungkan supaya setiap pegawai yang merasa dirinya "jatuh" menjadi berpikiran postif,,ya "mutasi adaah hal biasa" bagi seorang pegawai..
istilah "biasa" disini yang semestinya bahwa pegawai harus siap ditempatkan dimana saja sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat saat akan menjadi PNS, menjadi bias bahwa setiap pegawai akan melakukan perpindahan tugas sesuai kebutuhan organisasi.

Kegagalan bangsa ini hanya karena 1 kata yaitu "Inventarisasi"

Bagaimana mau memberi kesejahteraan pada "rakyat" Indonesia sebagaimana janji para capres sebelum pemilihan, jika tidak tahu yang mana "rakyat" dan berapa jumlah nya dengan beberapa kategori yang ditetapkan?

Inventarisasi adalah hal yang paling menjemukan dalam bekerja, sebagaimana input data, rekapitulasi data dll merupakan hal yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit dalam pengerjaannya, oleh sebab itu inventarisasi ini merupakan pekerjaan yang cenderung memiliki kelemahan yang sangat besar baik dalam proses, waktu dan hasil akhir.

Mendadak lupa Bahasa Ibu berganti jadi Bahasa Endonesa

Beberapa terakhir ini saya baru menyadari akan perubahan sikap, gaya, bahkan bahasa dari rekan-rekan baik dalam dunia kerja maupun teman semasa SMA yang baru2 ini kembali bersua via FB.
Rata-rata mereka adalah perempuan, entah karena merasa dirinya sudah merasa cukup karir, atau sudah bermobil, atau sudah memiliki rumah sendiri atau kah sudah menikah dan punya anak. Namun terdapat perbedaan yang sangat mencolok dirasakan, yaitu tentang Bahasa.

Kamis, 27 Oktober 2011

Tabel Setting WB untuk DSLR

Jalan Tengah Jalan Abu-abu

Dalam sebuah perdebatan antara dua belah pihak dalam menyampaikan pendapat, kecenderungan untuk mencari Jalan tengah agar keduanya mendapat peran dan posisi yang seimbang selalu di anggap sebuah solusi dalam meredakan perbedaan. Peristilahan Jalan Tengah dalam pengertian menyeimbangkan antara berbagai opsi kadang dijadikan solusi walaupun kondisi ini terkadang menjadi abu-abu.

Teringat semasa kuliah, Jalan Tengah pun di ambil sebagai sebuah Ideologi yang kini kita anut bersama dalam negara ini yakni Pancasila bahkan dalam sebuah perkuliahan pun di gambarkan bahwa jika sebuah bandul di ayunkan, maka titik tengah itu disebut The Third Way yang mana ujung kanan dan kiri adalah Liberalisme dan Sosialisme.

Melihat sistem pemerintahan yang ada sekarang serta sistem ekonomi yang terjadi sekarang dengan penuhnya tekanan dari dalam dan luar negeri, Jalan Tengah yang selalu di agung-agungkan ini sedang di uji integritasnya dan identitas nya sebagai sebuah Ideologi.

Namun apa dikata, Ideologi yang kita anut dan bangga-banggakan seakan kini kehilangan arah bahkan belum mengetahui siapa dirinya dan bagaimana dirinya atau dengan kata lain, kita tidak tahu apa perbedaan nya dengan ideologi yang di anut negara lain atau bahkan pada kenyataanya kita menganut Kapitalisme dan Sosialisme sekaligus. entahlah.....



Hari ini Hari Blogger Nasional

Mungkin hari anda baru dengar tentang Hari Blogger Nasional , perayaan Hari Blogger Nasional ini awalnya dicetuskan oleh Kemenkominfo Mohammad Nuh pada tahun 2007. Tepatnya pada acara Pesta Blogger 2007 .

Akhirnya , setiap tahun pada tanggal 27 Oktober , Blogger Indonesia memperingati hari bersejarah ini . Dimana para Blogger berkumpul dalam suatu acara akbar , yang dilaksanakan setahun sekali .

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh tanpa basa-basi mendeklarasikan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Momentumnya dibuat seiring Pesta Blogger 2007. Hal itu dicetuskannya saat memberikan sambutan dalam Pesta Blogger 2007 (PB2007), sebuah acara gathering blogger nasional yang diadakan di Blitz Megaplex, Jakarta, Sabtu (27/10/2007). “Hari ini saya nyatakan sebagai Hari Blogger Nasional!” tukasnya disambut tepuk tangan meriah para penulis blog.
“Momentumnya sangat tepat untuk mendeklarasikan hari ini sebagai hari blogger nasional. Sebelumnya hal ini belum direncanakan sama sekali,” ujarnya kepada wartawan setelah memberi sambutan. Disinggung mengenai langkah selanjutnya dari deklarasi Hari Blogger Nasional dan apakah pemerintah akan membakukan sebuah kode etik bagi blogger, Nuh mengaku hal itu belum dipertimbangkan. “Ini masih awal, belum sampai sejauh itu untuk dipikirkan. Masih yang sederhana saja,” tukasnya. Cetusan untuk menjadikan Hari Blogger Nasional muncul pada acara itu secara spontan.

Diawali oleh Enda Nasution, Ketua Komite PB2007, dalam sambutannya. Menurut Nuh, blogger memiliki peran dalam hal edukasi dan memberdayakan masyarakat. Ia juga berharap blogger tidak ‘malu-malu’ atau takut dalam menulis blog. “Kami jamin tidak akan ada pembreidelan,” ujarnya dalam acara PB2007. Enda, yang ditemui sewaktu makan siang, mengatakan deklarasi tersebut memang tidak direncanakan.

Untuk ke depannya, Enda pun mengaku belum ada rencana spesifik. “Paling tidak sudah ada satu tanggal yang bisa dijadikan momentum. Nanti setiap komunitas atau individu blogger bisa membuat interprestasinya sendiri untuk memperingati hari ini,” ia menjelaskan. PB2007 menghadirkan blogger dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Anging Mammiri dari Makassar, Go Ranah Minang dari Sumatera Barat, Loenpia.net dari Semarang, Komunitas Blog Jogja hingga blogger yang mewakili komunitas di Poso.

Komunitas non-regional seperti Blogfam, id-Gmail, Multiply Indonesia, dan Muslim Blog juga ikut meramaikan acara ini

Tentunya harapan kita agar Hari Blogger Nasional ini dapat senantiasa mengingatkan kita untuk senantiasa menulis dan berkarya , sehingga Indonesia lebih maju dengan karya Blogger.

Sumber

Jumat, 21 Oktober 2011

Ingat !!!! Jabatan dan Kekuasaan hanya sementara ....

Hari ini Foto-foto dan berita tentang Muammar Qaddafi terpampang di halaman depan media cetak. Rezim Qaddafi yang jika dilihat dari rekam jejak nya merupakan pemimpin yang berani namun kejam dan diktator akhirnya terguling dan berakhir dengan kematian di tangan warganya sendiri.  Kita pun ingat beberapa waktu sebelumnya Hosni Mubarak yang merupakan Pemimpin Mesir pun digulingkan karena telah terlalu lama berkuasa.

Lebih dari 10 tahun lalu, Presiden Soeharto pun terguling setelah masa pemerintahannya selama 32 Tahun lamanya, caci maki kala itu dan hujatan akan dirinya beserta keluarganya keluar dari mulut masyarakat mulai dari obrolan warung kopi sampai talk show para prakitis dan akademisi.

ya itulah dunia, tidak ada yang abadi apapun itu bentuknya....kekuasaan dan jabatan merupakan hal yang sementara dan akan berakhir..entah akan berakhir harum atau pahit, hanya Tuhan yang tahu..

Pada dasarnya dalam kehidupan manusia, mencari kekuasaan dan jabatan adalah sesuatu yang manusiawi karena dalam diri manusia tidak memiliki rasa puas akan apa yang di dapatkan.

Jabatan...jabatan... seakan hal ini menjadi sesuatu yang harus dikejar dengan segala macam cara dan dipertahankan dengan segala macam upaya. Saya mencoba menilik para ex pejabat pemerintah yang kini telah pensiun, inilah fenomena yang terjadi dalam birokrasi di daerah. Apapun jabatan nya dan kini telah memasuki masa pensiun , penghargaan dari rekan sejawat  menjadi berubah drastis bahkan kecenderungan membuang muka menjadi hal yang biasa karena ketidak senangan semasa menjabat dsb.

Saat menjabat, sanjungan dan pujian serta sapaan jika berpapasan dengan rekan sekerja terasa sangat hangat, namun apa yang terjadi saat pensiun ? semua itu jauh berkurang dan hilang, bahkan umpatan para ex bawahan nya dulu pun dikumandangkan kala melihat sang ex boss berkunjung. Begitupun dibenak para ex pejabat, beberapa rekan kerja yang telah pensiun menuturkan rasa malu jika harus berkunjung ke tempat kerja nya dulu, mereka takut anggapan datang ke kantor untuk meminta-minta dan beragam pandangan negatif pun muncul dari dalam dirinya.... hmmmm....apa berfikir negatif akan penerimaan terhadap dirinya karena sang ex boss ini merasa pernah bersikap negatif akan bawahan nya ?? entahlah...... so.. berbaik-baiklah jabatan dan kekuasaan bukan lah sesuatu yang pantas untuk di sombongkan....

Tidak Usah mencari Siapa yang Salah

Lagi-lagi kalimat seperti judul di atas keluar lagi dari mulut salah seorang Pejabat di sebuah kementrian yang mengurusi bidang TIK di negeri ini saat berbincang-bincang tentang keadaan yang menimpa negeri ini. Kecenderungan manusia untuk saling menyalahkan memang hal yang sering kita jumpai. baik dalam dunia kerja maupun pergaulan sehari-hari, akan tetapi saya tidak sependapat jika hal seperti ini kita namakan manusiawi.  

Rapat kerja selama 3 (tiga) hari di kota yang menjadi icon Indonesia membawa sedikit pemahaman bahwa sudah saatnya untuk bertindak apa yang bisa kita berikan kepada negeri ini. Kita akui bersama bobrok nya negara kita sekarang ini, bahkan harapan akan adanya perubahan dimasa kepemimpinan Presiden sekarang pun kembali terkikis dengan adanya Reshufle Menteri dan Wakil menteri. Namun saya tetap optimis suatu saat negeri ini akan bangkit dan harus bangkit, walau mungkin harus menuju ke titik terbawah terlebih dahulu, jika memang itu harus dilewati kenapa tidak....!!! I Love U Indonesia.. !!!