.

Status YM

Tour de Pangandaran VII 16 Januari 2016

Agenda Nasional Tahunan B2W Tasikmalaya Event bersepeda Terbesar di Indonesia 2000 pesepeda lebih dari 100 KM dan Bike Camping.

Obyek Wisata Situ Gede Tasikmalaya

Situ Gede merupakan Obyek Wisata di Kota Tasikmalaya.

Gowes Tasikmalaya - Jogjakarta

Sepedaan bersama sahabat B2W Tasikmalaya menuju Jogjakarta ....

Marv n Ken Tamiya Racing Team

Team Tamiya Racing.....

Latsitardanus 2003

Foto Bersama Latsitardanus 2003 di Sulawesi Utara.

Rabu, 08 Oktober 2008

Gaji Guru Besar naik 3X Lipat?

Tadi pagi sebelum saya pergi kerja, saya membaca di sebuah media cetak yang memberitakan bahwa "Gaji Guru Besar naik 3 kali lipat" tahun depan sebagai dampak dari kenaikan APBN di bidang Pendidikan sebesar 20%. Pahlawan tanpa tanda Jasa mungkin itulah sebutan bagi mereka. kenaikan ini memang cukup beralasan sebagai bentuk penghargaan bagi para Guru Besar yang telah meluangkan waktu nya yang sangat tidak sedikit untuk menggali ilmu sampai mencapai gelar tersebut, sehingga dengan sisa masa kerja yang rata-rata para Guru Besar itu hanya tinggal beberapa tahun saja (Walaupun banyak juga yang masih di usia 40-an sudah berpredikat Guru Besar), penghargaan dengan menaikan Gaji 3X lipat patut dan layak dilaksanakan.
Saya salah satu nya orang yang setuju dengan Alokasi APBN untuk bidang Pendidikan sebesar 20%, akan tetapi saya juga orang yang tidak yakin kalau anggaran itu tidak terjadi penyimpangan dan memang tepat sasaran. Gaung dan teriakan kenaikan alokasi anggaran itu diawali dengan semakin mahalnya biaya pendidikan bahkan untuk sekolah-sekolah Favorit, kecenderungan bagi masyarakat kalangan menengah kebawah cukup kesulitan untuk menyekolahkan Putra-putri mereka.

Sekarang para Guru, para pendidik lebih mengedepankan kesejahteraan nya sendiri, tidak melihat alasan awal mengapa alokasi itu 20 %. Mereka memang berjasa, setiap manusia selalu menganggap dirinya lah yang paling berjasa yaah itulah yang selalu terjadi di negeri ini.
Laskar Pelangi, Novel dan film yang saat ini masih digandrungi, gambaran keadaan pendidikan zaman dahulu dan ternyata setelah dikupas dalam acara Kick Andy, keadaan seperti ini masih terjadi, bangunan-bangunan sekolah yang separah di Film Laskar Pelangi bahkan ada juga yang lebih parah. Masih sempat saya melihat di salah satu daerah terpencil salah satu Kabupaten di Jawa Barat pada Tahun 2003, masih terlihat anak-anak bersekolah tidak menggunakan alas kaki dan sungguh miris hati saya saat itu.

Demi Pendidikan..pendidikan...dan demi pendidikan..

siapapun yang meneriakan hal ini, memang terlihat sebagai pahlawan, berjiwa patriotik demi kemajuan bangsa. Tapi, kembali lagi ternyata prioritas utama bukan di fasilitas mengajar, bukan di murahnya biaya kuliah/pendidikan tetapi mengedepankan Kenaikan gaji/Kesejahteraan para pendidik yang notabene rata-rata para Guru itu seorang PNS, tidak jauh berbeda dengan PNS lain dalam lingkup pemerintahan, kesejahteraan Guru-guru PNS lebih besar dibandingkan dengan PNS lain, waktu kerja dan waktu libur lebih luang dibandingkan dengan PNS yang lain,tapi tetap predikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa tetap disandang.
Kembali berbicara tentang para Guru Besar, dengan kenaikan Gaji 3 kali lipat, lantas apa yang menjadi tanggung jawab mereka? apa nilai tambah yang akan diberikan oleh mereka? Kalau tetap bisa mengajar di semua PTN/PTS dengan jadwal yang terkadang bahkan sering tidak tepat waktu bahkan selalu dipindah jadwal karena kesibukan?
Semasa saya kuliah DIV atau bahkan semasa SD - SMA dulu, jika Guru/Dosen tidak hadir pasti timbul perasaan senang karena bebas dan punya waktu luang untuk bermain-main. berbeda dengan saat saya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi , perasaan ini tidak ada yang ada hanya kekecewaan karena mungkin Biaya sendiri. dan saat itu saya lebih senang jika yang mengajar itu Dosen yang baru mendapat gelar Doktor S-3 atau bahkan saat kuliah DIV dosen yang saya sukai Dosen bergelar M.SI,M.Sc,MM setingkat S-2. Karena mereka masih memiliki semangat yang hebat luar biasa, usia relatif masih muda dan yang paling tepat adalah mereka selalu hadir dan jarang sekali mengganti jam pelajaran. Akan tetapi, saya pun tetap menaruh hormat kepada beberapa Guru Besar yang ternyata memilki Integritas dan menginspirasi saya sampai sekarang diantara nya DR.Uyat , Prof.Tjahyo dan Prof J.Winardi..dengan usia yang sudah tidak muda lagi, tapi masih memiliki semangat layaknya seorang dosen muda. Prof Asep Kartiwa yang saat itu sebagai pembimbing saya, dengan usia yang masih bisa dibilang muda terpancar motivasi dalam dirinya dan berpengaruh besar pada diri saya secara pribadi.

Selasa, 07 Oktober 2008

Kutulis & Terjadi

Semalam saya coba buka-buka lagi catatan harian saya semasa kuliah dan awal-awal tahun saat mulai bekerja, catatan harian saya berupa organizer ukuran sedang yang sudah di klip di kumpulkan karena orgi yang ada masih saya pakai. digabung dengan beberapa surat dari beberapa teman semasa saya kuliah (maklum belum trend handphone)..
Seru..Lucu dan perasaan ga percaya saat baca catatan-catatan kejadian 3 - 8 tahun yang lalu apalagi saat baca surat dari temen2 yang jujur saja waktu cukup membantu memberikan motivasi semasa kuliah.
Memang saya orang yang selalu mengedepankan Target dalam melakukan sesuatu, apalagi dalam merencakan karir dan pekerjaan saya. pastilah ada beberapa target dan list prioritas pekerjaan atau tugas-tugas yang harus diselesaikan saat kuliah yang saya tulis.
Tapi ada hal yang aneh dan saat ini saya yakini,,ternyata saat kita ingin mendapatkan sesuatu sebagai target dalam menjalani kehidupan, yakini itu dalam hati dan pikiran , tulis dalam buku harian , dan yang paling utama harus di doakan..sebelumnya memang saya pernah membaca tentang hal ini dalam Bukunya Tung Desem Waringin , dalam buku itu ditanyakan jika ada keinginan "TULIS" target nya apa n bla..bla..bla...
hmmm...saya memang belum termasuk orang sukses, masih terlalu jauh untuk dikatakan sebagai orang yang ada dijajaran Top Leader.

Sesaat saya membaca buku harian ini yang saya tulis 2 kali, yaitu 1 saat lulus kuliah D-IV tahun 2004 dan 1 lagi sekitar tahun 2005 saat saya melanjutkan kuliah pasca. tulisan yang pertama disitu tertulis keinginan untuk melanjutkan kuliah S-2 dengan biaya sendiri dan memiliki motor sendiri,,ya memang terjadi banyak hal yang mustahil terjadi apalagi dengan Gaji yang pas-pas an di awal-awal bekerja. Tulisan yang ke-2, saya tulis pada tahun 2005 saat itu saya sudah 1 tahun mengikuti kuliah Pasca, disitu saya tulis target saya dalam bekerja : 1. Maksimal 2 tahun sejak lulus D-IV saya bisa lulus S-2, 2. Target 3 Tahun saya ingin beli mobil; 3. 4 tahun bekerja saya ingin punya Rumah. Sekali lagi tulisan ini bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, karena apa yang saya dapatkan tidak seperti apa yang dipikirkan / dalam mimpi kalau ingin mobil ya harus Mobil Jaguar versi terbaru, Rumah mewah seperti daerah PIK etc..
Bersyukur...bersyukur inilah hal yang harus manusia lakukan dalam menghadapi dan menjalani kehidupan, apapun yang terjadi mungkin inilah yang terbaik baik kita..segala sesuatu indah pada waktunya dan Tuhan pasti punya rencana Indah buat kita masing-masing...
PS:
Kesempatan terbesar di dalam hidup ini yang pernah dijumpai oleh manusia adalah ‘panggilan Tuhan’. Sebagaimana kita ketahui, tidak ada seorang pun dari kita yang diciptakan secara tidak sengaja. Ia menciptakan, membentuk dan memilih kita karena Ia memiliki rancangan yang indah atas hidup kita



Rekruitmen PNS.KKN?

1 hari yang lalu, seorang tetangga mendatangi saya saat saya sedang mencuci mobil yang kotor nya minta ampun sepulang mudik. Dia curhat mengenai penerimaan PNS dan bercerita tentang temannya yang beberapa kali mengiktui testing CPNS dengan rasa yakinnya diterima jadi PNS namun kenyataannya saat pengumuman tidak muncul namanya setelah berkali-kali mengikuti tes.
Anggapan dalam diri tetangga saya ini tersirat menganggap bahwa semua pelaksanaan rekruitmen pegawai di pemerintahan berbau dengan KKN. jawabannya ?? antara "ya" dan "tidak"

Panas..gundah..gelisah...sedih mungkin itu gambaran perasaan saya melihat orang-orang disekeliling mempunyai pendapat seperti ini.
Sedih..disaat bangsa ini butuh perubahan, butuh pengelolaan negara yang lebih baik dalam penyelenggaraannya ternyata masyarakat di negara ini tidak sedikit yang ingin menjadi PNS dengan "segala cara"..
Sedih..disaat para penyelenggara negara punya keinginan untuk dipercayai setelah runtuhnya Rezim Orde Baru, ternyata tidak sedikit juga masyarakat yang meyakini kalau aparat birokrasi selalu melakukan praktek KKN.
Panas..hal ini yang paling saya rasakan, mungkin saya salah satu orang yang tidak terima dan sangat tidak setuju jika masih saja ada yang mempunyai pikiran-pikiran negatif yang pesimistis akan para penyelenggara negara.
Tentu saya bereaksi, saya malah menasihati walaupun sebetulnya tetangga saya itu seumuran dengan Ayah saya, tapi apa bisa dikata kalau semua orang berpendapat demikian, mau di bawa kemana negeri ini, mau profesional bagaimana aparat penyelenggara negara jika dimasuki orang-orang yang berpikiran sesaat hanya untuk kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri dan tidak berani bersaing. padahal era saat ini, persaingan antar negara dan bangsa semakin terbuka.
Kasihan negeri ini....


Penguasa & Politik

Politik ? kejam, jahat, tidak mengenal saudara..jika konflik politik terjadi, saudara atau teman sudah tidak lagi menjadi bahan pertimbangan karena yang pasti bagaimana mendapatakan, mempertahankan kekuasaan dan memperluas kekuasaan, itulah politik (dalam arti sempit).
Penguasa….
Subyek yang memiliki kekuasaan untuk mengatur, mempengaruhi dll. Setiap penguasa pasti berpolitik, sifat dasar manusia untuk ingin lebih dari orang lain, ingin dihargai berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kekuasaan mempertahankan dan memperluas pengaruh.

Namun orang yang berpolitik belum tentu berkuasa, berbagai strategi politik mungkin sudah ditempuh namun masih belum mendapatkan hasil karena persaingan ataupun berbagai intrik politik pesaing nya dan situasi politik yang ada sehingga tidak mampu berkuasa, tapi setidaknya memiliki kuasa untuk mengatur dirinya sendiri. :D